Resensi Novel Noto: Tragedi, Cinta dan Kembalinya Sang Pangeran
Judul Buku: Noto: Tragedi, Cinta dan Kembaliya Sang Pangeran
Pengarang: Prijono Hardjowirogo
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2014
Tebal Halaman: 325 Halaman
Sinopsis Buku:
Novel ini mengandung cerita tentang sejarah, cinta, dan tragedi. Novel ini mengambil sudut pandang ‘Aku’ yang dilakukan oleh ‘Mas Dharmawan’ tetapi bukan sebagai pemeran utama.
Novel ini bercerita tentang kehidupan Noto yang penuh dengan teka-teki semenjak orang tuanya terbunuh padah tahun 1968 karena kebakaran yang menimpa rumah mereka. Semenjak itu, Noto tinggal dengan keluarga Mas Dharmawan (Aku) yang tak lain adalah keluarganya sendiri
Di sana Noto tinggal dengan Mbah Kakung, Giman-pembantu rumah, dan Waginah-tukang masak. Dia biasanya membantu pekerjaan rumah seperti yang dilakukan Giman.
Suatu ketika dia bertemu dengan Yanti, seorang putri keraton yang kebetulan jatuh hati kepada Noto. Tetapi, karena asal-usul Noto yang belum jelas pada saat itu membuat Pangeran Anggoro, ayahanda Yanti tidak menyukai Noto.
Seiring berjalannya waktu kehidupan Noto dipenuhi dengan kesibukannya bersekolah, berbisnis, serta cinta dari beberapa orang, yang kemudian membuatnya menemukan siapa sebenarnya dirinya.
Kelebihan buku
-Buku ini sangat bagus untuk dibaca oleh anak muda zaman sekarang, karena mencakup kehidpan dan tidak pantang menyerah.
-Perpaduan antara sastra, novel, dan fiksi tidak membosankan
-Terdapat banyak pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca
-Sampul buku sangat artistik
Kekurangan buku
-Terdapat percakapan dalam bahasa jawa yang tidak memiliki terjemahan sehingga sulit dimengerti oleh orang lain.
-Beberapa adegan yang kurang pantas dilakukan oleh anak berusia 17. Apakah itu lazim atau tidaknya tergantung pada pembaca itu sendiri
-Awal cerita kurang dimengerti saat karakter Aku mulai bercerita, tetapi saat Karakter Noto keluar dari cerita, semuanya sangat jelas (
-Dipertengahan cerita, sudut pandang ‘Aku (Mas Dharmawan)’ tiba-tiba diganti dengan sudut pandang ‘Aku (Noto)’. Sehingga membuat beberapa pembaca sedikit bingung #bukanmasalahbesarsih
#catatan
Aku saranin untuk kalian yang suka baca novel sejarah+Percintaan untuk membaca buku ini. Kalian taukan biasanya novel sejarah benar-benar sangat membosankan? Tapi yang ini bener-bener menarik *yah, tergantung pembacanya sih tapi :D. Kalian tau, kalo udah baca buku ini kita tu butuh sequelnya. Butuh banget T.T
Satu lagi, novel ini aslinya pake bahasa inggris denga judul 'NOTO OF JAVA: A Tale Of Love, Struggle, and Ascension in a Land of Ambiguity' tapi pengarangnya orang indonesia tulen. Jawa banget malah. Kalian bisa tanya langsung di FBnya 'Jono Hardjowirogo' *Lahh ngendors😅
Oia, jilid 2 sama 3 nya udah di serahin ke Gramedia, tinggal nunggu terbit aja😄😄
Jangan lupa baca👌
#Resensi #Review #Novel #Noto #Sejarah #Indonesia #Love #Tragedi
Judul Buku: Noto: Tragedi, Cinta dan Kembaliya Sang Pangeran
Pengarang: Prijono Hardjowirogo
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2014
Tebal Halaman: 325 Halaman
Sinopsis Buku:
Novel ini mengandung cerita tentang sejarah, cinta, dan tragedi. Novel ini mengambil sudut pandang ‘Aku’ yang dilakukan oleh ‘Mas Dharmawan’ tetapi bukan sebagai pemeran utama.
Novel ini bercerita tentang kehidupan Noto yang penuh dengan teka-teki semenjak orang tuanya terbunuh padah tahun 1968 karena kebakaran yang menimpa rumah mereka. Semenjak itu, Noto tinggal dengan keluarga Mas Dharmawan (Aku) yang tak lain adalah keluarganya sendiri
Di sana Noto tinggal dengan Mbah Kakung, Giman-pembantu rumah, dan Waginah-tukang masak. Dia biasanya membantu pekerjaan rumah seperti yang dilakukan Giman.
Suatu ketika dia bertemu dengan Yanti, seorang putri keraton yang kebetulan jatuh hati kepada Noto. Tetapi, karena asal-usul Noto yang belum jelas pada saat itu membuat Pangeran Anggoro, ayahanda Yanti tidak menyukai Noto.
Seiring berjalannya waktu kehidupan Noto dipenuhi dengan kesibukannya bersekolah, berbisnis, serta cinta dari beberapa orang, yang kemudian membuatnya menemukan siapa sebenarnya dirinya.
Kelebihan buku
-Buku ini sangat bagus untuk dibaca oleh anak muda zaman sekarang, karena mencakup kehidpan dan tidak pantang menyerah.
-Perpaduan antara sastra, novel, dan fiksi tidak membosankan
-Terdapat banyak pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca
-Sampul buku sangat artistik
Kekurangan buku
-Terdapat percakapan dalam bahasa jawa yang tidak memiliki terjemahan sehingga sulit dimengerti oleh orang lain.
-Beberapa adegan yang kurang pantas dilakukan oleh anak berusia 17. Apakah itu lazim atau tidaknya tergantung pada pembaca itu sendiri
-Awal cerita kurang dimengerti saat karakter Aku mulai bercerita, tetapi saat Karakter Noto keluar dari cerita, semuanya sangat jelas (
-Dipertengahan cerita, sudut pandang ‘Aku (Mas Dharmawan)’ tiba-tiba diganti dengan sudut pandang ‘Aku (Noto)’. Sehingga membuat beberapa pembaca sedikit bingung #bukanmasalahbesarsih
#catatan
Aku saranin untuk kalian yang suka baca novel sejarah+Percintaan untuk membaca buku ini. Kalian taukan biasanya novel sejarah benar-benar sangat membosankan? Tapi yang ini bener-bener menarik *yah, tergantung pembacanya sih tapi :D. Kalian tau, kalo udah baca buku ini kita tu butuh sequelnya. Butuh banget T.T
Satu lagi, novel ini aslinya pake bahasa inggris denga judul 'NOTO OF JAVA: A Tale Of Love, Struggle, and Ascension in a Land of Ambiguity' tapi pengarangnya orang indonesia tulen. Jawa banget malah. Kalian bisa tanya langsung di FBnya 'Jono Hardjowirogo' *Lahh ngendors😅
Oia, jilid 2 sama 3 nya udah di serahin ke Gramedia, tinggal nunggu terbit aja😄😄
Jangan lupa baca👌
#Resensi #Review #Novel #Noto #Sejarah #Indonesia #Love #Tragedi

Komentar
Posting Komentar