Entah kenapa kamu memillih warna hitam di antara semua warna yang ada. Dengan percaya dirinya, kamu keluar menembus rintik hujan dengan payung itu, memiliki warna berbeda dari orang-orang di sekitarmu. Seolah semua kesedihan, kepedihan serta keluh kesahmu berada di payung itu.
Setiap hari jendela itu selalu terbuka. Tapi, minggu pagi ini, jendela itu terbuka dengan di temani seorang gadis. Iya, seorang gadis manis yang selalu menikmati angin sepoi-sepoi melalui jendela kamarnya yang berwarna kuning. Tidak ada yang istimewa. Hanya saja si gadis tidak selalu berada di kamarnya setiap hari. Bukan hanya kamar, tapi rumahnya, rumah kedua orangtuanya. Maka dari itu si gadis menyempatkan diri untuk pulang jika ada kesempatan. Setidaknya si gadis pulang untuk menemui orang tuanya dan menikmati angin sepoi-sepoi melalui jendelanya.