Setiap hari jendela itu selalu terbuka. Tapi, minggu pagi ini, jendela itu terbuka dengan di temani seorang gadis. Iya, seorang gadis manis yang selalu menikmati angin sepoi-sepoi melalui jendela kamarnya yang berwarna kuning.
Tidak ada yang istimewa. Hanya saja si gadis tidak selalu berada di kamarnya setiap hari. Bukan hanya kamar, tapi rumahnya, rumah kedua orangtuanya. Maka dari itu si gadis menyempatkan diri untuk pulang jika ada kesempatan. Setidaknya si gadis pulang untuk menemui orang tuanya dan menikmati angin sepoi-sepoi melalui jendelanya.
Jangan buruk sangka dulu. Si gadis tidak jahat, dia pergi untuk menuntut ilmu di daerah orang. Sehingga ia jarang untuk pulang.
Si gadis adalah seorang yang pendiam. Maka dari itu ia lebih senang berada di dalam kamarnya sambil menikmati sawah hijau yang luas melalui jendela kuning kamarnya. Apalagi jika angin sedang bertiup perlahan. Ia merasa tenang. Seolah candu yang di berikan si angin.
Jendela itu seakan menjadi teman hidup si gadis. Belajar, bermain, makan, mengerjakan apapun dia akan melakukannya di depan jendela tersebut. Bahkan ia memindahkan tempat tidurnya di dekat jendela kuning tersebut. Dan si gadis tertidur dengan lelap di temani angin sepoi-sepoi yang datang melalui jendela kuningnya.

Komentar
Posting Komentar